Minggu, 16 Agustus 2015

Mengenal Lebih Dekat "MANUFAKTUR"


dalam buku pengantar akuntansi satu pernah saya membaca mengenai jenis-jenis perusahaan. dan yang paling menyita perhatian saya adalah perusahaan manufaktur

tidak, tidak. bukan karena namanya yang kedengaran keren, tapi melihat bertapa ribetnya proses transaksi yang terjadi di manufaktur yang membuat saya penasaraan terhadap jenis perusahaan ini

bismillah
Assalamualaikum wr wb

sesuai dengan janji saya, saya bakal update materi akuntansi minimal satu kali dalam sebulan.

seperti kalimat pembukaan postingan diatas, jelas pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai jenis perusahaan yang bergerak dibidang "MANUFAKTUR"

"apa sih perusahaan MANUFAKTUR...???"

"kok laporan keuangannya kok ribet banget sih, gak kayak perusahaan jasa dan dagang...???"

pertanyaan tersebut sempat terlintas dalam pikiran saya sewaktu mengambil matakuliah praktikum akuntansi biaya. dengan modal nilai pas-pas-an matakuliah akuntansi biaya, ternyata tidak membuat saya terbantu menyelesaikan tugas-tugas yang ada pada buku praktikum saya, dan alhasil seluruh tugas praktikum saya kerjakan sendiri serahkan kepada orang yang lebih ngerti tentang akuntansi manufaktur (hallah, bilang aja nyontek)

saya beri gambaran simpel

 (contoh aktivitas manufaktur pada pabrik telekomunikasi nokia)

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan produksi secara penuh, mulai dari kegiatan pengelolaan bahan baku, lalu diolah menjadi barang dalam proses (work in process), hingga terbentuk barang jadi yang siap dipasarkan sebagai sumber pendapatan perusahaan.

kenapa dibilang ribet ketimbang dengan perusahaan dagang (trading) dan jasa...???

berbeda dengan perusahaan dagang yang jasa yang hanya melakukan aktivitas jual beli produk (trading), perusahaan manufaktur melakukan perhitungan biaya produksi secara mandiri (harga pokok produksi), menetapkan harga pokok penjualan, dan selalu memperhatikan efisiensi dan efektivitas di setiap aktivitas produksi-nya.

Penetapan harga pokok produksi atau sering dikenal dengan istilah HPP atau dalam text book sering di sebut Cost Of Goods Sold merupakan karakteristik yang sangat mencolok dan berbeda dengan jenis laporan keuangan perusahaan dagang dan jasa. 

Bagi yang masih belajar ataupun belum pernah berkecimpung kedalam dunia manufaktur akan merasa kesulitan dan sulit untuk memahami format baku maupun bentuk laporan Harga Pokok Produksi secara utuh disuatu perusahaan. 

MENGAPA SAYA KATAKAN SULIT DIMENGERTI..?

jawabannya simpel

Sifat dari laporan Harga Pokok Produksi sendiri tergolong sangat RAHASIA dan hanya diperuntukan untuk informasi interen Perusahaan. Sifatnya yang sangat rahasia dan interen dikarenakan dalam Laporan Harga Pokok Produksi, memuat informasi berupa 

1. Komposisi Bahan Baku yang digunakan
2. Proses produksi secara step by step, dan
3. Margin Profit yang diperoleh tiap produk

Ketiga informasi tersebut sering digunakan pleh pihak manajerial perusahaan untuk melakukan analisis, seperti analisis penggunaan bahan baku  dalam proses produksi, yang fungsinya sebagai dasar acuan apakah penggunaan bahan baku selama proses produksi sudah sesuai, efisien, atau boros dibandingkan dengan hasil produksi, ataupun analisis efektivitas & efisiensi penggunaan tenaga kerja (Labor Cost) terhadap hasil produksi. sehingga sangat wajar perusahan manufaktur  jarang merilis laporan Harga Pokok Produksinya secara komperhensip (Lengkap).

Namun secara garis besar, bisa saya ringkas-kan dalam laporan HPP sendiri, secara umum dibagi berdasarkan 3 jenis laporan, yakni

1. Laporan HPP Bahan Baku
2. Laporan HPP Bahan Dalam Proses (WIP)
3. Laporan HPP Barang Jadi

penyusunan ketiga laporan HPP tersebut tentunya disesuaikan dengan aktivitas dan proses produksi yang terjadi di masing-masing perusahaan. Selain itu, Laporan HPP juga di susun berdasarkan divisi atau/dan departemen yang terdapat pada perusahaan, sehingga penyusunan laporan Harga Pokok Produksi pun tidak akan selalu sama di setiap perusahaan-perusahaan manufaktur, karna harus disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan informasi intern perusahaan. 


untuk lebih jelasnya, dipostingan berikutnya saya akan memberikam studi kasus mengenai laporan Harga Pokok Produksi secara komperhensip agar pemahaman kita tidak sekedar hanya berlandaskan teori saja. 

mungkin demikian postingan saya ini, mohon koreksinya bila ada pernyataan yang keliru maupun tidak sesuai dengan teori yang secara umum diajarkan dalam dunia akademik. 

sayoonaraaaa......
Wasalamualaikum
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6

Jumat, 14 Agustus 2015

Kembali Ke Hobi


saya sudah lupa kapan terakhir saya nge-blog

dan saya juga sudah lupa kapan terakhir saya ngintipin blog saya sendiri 

itu sudah lama sekali

ehh, kok blog saya banyak sarang laba-laba nya yah -_-

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, tuhan yang mahakuasa, yang selalu memberikan nikmat kehidupan kepada saya, hingga saat ini saya masih bisa menghirup segarnya udara pagi, siang dan malam tanpa dipungut satu sen pun.

dari kalimat pembuka tadi, kayaknya sudah jelas. 

sudah 3 tahun lebih saya nggak ikut kedalam dunia per-BLOG-an Indonesia (ceilleh namanya). kesibukan-kesibukan tahun 2012 membuat saya membiarkan blog ini seperti tak bertuan. kesibukan-kesibukan saya selama tahun belakangan ini bisa saya rincikan sebagai berikut

Tahun 2012
seluruh mata kuliah selesai, lanjut mengambil Kuliah Kerja Ngamen Nyata (KKN) yang diadakan setiap 3 bulan sekali. selesai KKN, saya harus lanjut selesaikan Karya Tulis Ilmiah sebagai syarat menuju pintu surga SKRIPSI

Tahun 2013

"SATU TAHUN TERSEBUT SAYA HABISKAN UNTUK MENYUSUN PROPOSAL-SKRIPSI"

Tahun 2014 - sekarang (14 Agustus 2015)
Saya selesai menyelesaikan studi dan berhasil mendapatkan gelar S.E (SARJANA EDAN EKONOMI) 

 (yeyyy, akhirnya S.E vroooo :D)


dan hingga saat ini, saya melanjutkan studi S2 di Planet Mars karir sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta yang ada di kota saya (Alhamdulilah).

Banyak tantangan, hadangan, rintangan (hallah lebay) yang saya hadapi selama mengalami proses menuju gelar ke-SARJANAAN. mulai terlunta-lunta mencari judul skripsi yang super inovatif, meromba judul sampai 3 kali, menyusun skripsi, hingga resmi mendapatkan gelar strata satu.

awal nya saya berfikir, bahwa proses meraih ke-SARJANAAN-lah yang merupakan UJIAN HIDUP yang sesungguhnya. tapi ternyata dugaan saya selama ini salah.

setelah resmi mendapat gelar, pertanyaan mendasar itu muncul di benak saya dan mungkin bukan cuma saya saja yang berpikir seperti itu sebagai sarjana muda galau tanpa arah

"HABIS KULIAH, SAYA HARUS NGAPAAIIIIINNN....???"

Awalnya saya berencana, setelah kuliah S1 nanti saya pengen lanjut kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi yang "katanya" menjadi favorit bagi lulusan S1 Akuntansi untuk lanjut meraih gelar magister ilmu akuntansi. 

Namun niat itu saya urungkan. sebab banyak faktor yang membuat saya tidak bisa lanjut kuliah S2 (salah satu faktor nya adalah "PENGEN NABUNG CEPAT BUAT UANG NIKAH KELAK, :D")

karna niat untuk kuliah dibatalkan, maka saya putuskan untuk terjun ke dunia pekerjaan. dan satu hal yang saya pelajari selama saya memasuki proses mencari pekerjaan. 

"NYARI PEKERJAAN ITU SAMA SUSAHNYA ATAU 2 KALI LEBIH SUSAH KETIMBANG UJIAN SKRIPSI"

kesana kemari mengantar lamaran kerja ternyata membutuhkan skill yang lebih tinggi dan kesabaran ekstra tinggi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian sewaktu kuliah. luntang lantung mencari pekerjaan dan pada saat itu bertepatan dengan bulan puasa membuat proses mencari kerja sama susahnya mencari jodoh yang sesuai dengan kriteria kita.

dan akhirnya harapan itu muncul. sebulan lebih tebar pesona lamaran, akhirnya saya dipanggil juga disalah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang manufaktur furniture dengan posisi sebagai "staff accounting". 

sudah satu tahun lebih saya berkiprah sebagai seorang "AKUNTAN" membuat saya lupa kebiasaan-kebiasaan saya dalam bidang menulis termasuk kegiatan nge-blog ini. rutinitas pekerjaan & tekanan pekerjaan yang cukup tinggi membuat aktifitas saya sehari-hari hanya diisi dengan kegiatan yang itu-itu saja.

dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali untuk memasuki dunia yang dahulu membuat hari-hari saya penuh dengan ide kreatif dan semangat berbagai tentang betapa mudanya akuntansi bila kita bisa mengerti logika-nya.

dan untuk hari ini dan selamanya, saya berjanji untuk terus update isi Blog dengan materi-materi akuntansi yang menyenangkan untuk dipelajari, dan mudah di aplikasikan di dunia lain luar.

mungkin demikian pos blog saya untuk kali ini. 
maaf bila isi blog ini 100% hanya berisi "CURHAT" saya
terima kasih kepada pembaca yang sudah rela MEMBUANG meluangkan waktunya untuk mampir ke blog yang sederhana ini.

ohh iya, ada yang kelupaan
blog ini sudah saya lakukan renovasi ke tampilan baru. dilengkapi dengan template "label" untuk memudahkan teman2 mencari postingan berdasarkan label dan fitur "News Feed" yang bisa teman-teman jadikan referensi tambahan untuk menambah ilmu akuntansi kita.

demikian postingan saya hari ini
sampai berjumpa di postingan saya selanjutnya
sayonarraaaa~~~~~~


wassalamualaikum wr wb
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6

Jumat, 22 Februari 2013

NASIONALISME AKUNTAN (part 1)

"RASA KEBANGSAAN MENGALAHKAN MOTIVASI UANG DAN KEPENTINGAN PRIBADINYA" 

ini salah satu kutipan kata yang saya jadikan status di Facebook sehari yang lalu. kutipan ini saya ambil dari buku yang saya pinjam diperpustakaan kampus "setengah abad profesi akuntan" karya Theodorus M. Tuanakotta, terbitan penerbit salemba empat. kutipan kata diatas ada pada halaman 37 diBab 2 "Dua Macan Asia: SGV dan Tohmatsu". kutipan kata ini ditujukan untuk seorang mantan letnan (logistik) angkatan laut jepang "Iwao Tomita"

ya, Iwa Tomita. sangat menarik, ketika saya membaca biografi beliau yang mempunyai semangat nasionalisme tinggi yang mengalahkan hasratnya untuk kepentingan pribadinya. lalu, apa hubungannya Iwa Tomita yang notabene mantan letnan dengan profesi akuntansi...???

untuk itu, pada kesempatan kali ini, saya akan memposting mengenai seorang letnan yang mampu membangkitkan kelesuan profesi akuntansi yang terjadi dijepang pada abad 1900 masehi.

kita flashback ke jaman dimana jepang menjadi pecundang perang dunia kedua.pada saat itu, keadaan ekonomi jepang mengalami titik terpuruknya selama beberapa dekade, namun dengan semangat matahari yang dimiliki masyarakat jepang, akhirnya mereka mampu bangkit dan menjadi macan asia hingga saat ini. pertumbuhan ekonomi yang pesat diiringi dengan pertumbuhan industri manufaktur yang semakin meroket dijepang membuat kebutuhan akan profesi akuntan pada saat itu sangat diperlukan.

sejalan dengan perkembangan ekonomi jepang, mulailah ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh kantor akuntan publik yang terkenal diseluruh dunia, Arthur Young Tokyo (salah satu The Big Eigth kantor akuntan publik). namun pada kenyataannya, kantor akuntan publik tersebut hanya mempekerjakan sedikit sekali tenaga akuntan yang berasal dari jepang.

dengan melihat keadaan yang ada, mantan prajurit perang dunia ke-2, Iwao Tomita tergerak hatinya untuk melakukan perubahan profesi akuntan dijepang. beliau berkeliling jepang, mengkapampanyekan pentingnya jepang mempunyai profesi akuntansi yang kuat. fakta, bahwa hingga dasawarsa 1960-an, jepang belum mempunyai profesi yang kuat. selain itu, banyaknya insiden "gulung tikar" yang terjadi pada perusahaan-perusahaan besar seperti Sanyo Special Steel, Sunware Industries, Japan Special Steel, Fuji Railcar Manufacturing, dan lain-lain. padahal, kantor akuntan publik lokal memberikan pendapat  audit "wajar tanpa pengecualian" diperusahaan tersebut, membuat kementrian keuangan jepang membutuhkan kantor akuntan besar, berskala nasional dan berbentuk korporasi audit.

dengan desakan kebutuhan negara akan kantor akuntan yang besar dan keperihatinan akan nasib akuntan lokal jepang, Tomita yang saat itu bekerja di kantor akuntan Arthur Young Tokyo berniat membangun sebuah kekuatan kantor akuntan publik lokal. selain itu, rasa tidak puasnya bekerja di Arthur Young Jepang karna segalanya diatur oleh dan dari New York, membuat semangat perwira Tomita semakin meluap.

"DENGAN SETIA SAYA MEMBAKTIKAN JIWA RAGA SAYA KEPADA ANGKATAN LAUT KEKAISARAN (JEPANG). KALAU MASIH ADA HAL-HAL YANG DAPAT SAYA LAKUKAN UNTUK NEGARA DAN BANGSA SAYA, AKAN SAYA LAKSANAKAN DENGAN SEPENUH HATI" ucap beliau dengan rasa hormat dan setianya akan negara.

langkah awal yang dilakukan Tomita adalah, menghubungi dosennya diakademi angkatan laut, Nabuzo Tohmatsu (beliau juga merupakan pendiri Tohmatsu Awoki & Co). dengan rasa hormat, Tomita menyampaikan maksud kedatangannya

"yang mulia tuanku Tohmatsu. sungguh sangat memalukan, jepang harus duduk berpangku tangan ketika korporasi jepang melanglang buana mencari modal. kami hanya menyaksikan "The Big Eight" megaudit laporan-laporan keuangan mereka yang dibuat dengan bahasa inggris. yang mulia tuanku Tohmatsu, apa pendapat bapak ? apakah tidak sebaiknya kita berikhtiar mennciptakan suatu korporasi audit jepang bertaraf internasional?"

bagaimana kelanjutan dari kisah nasionalisme Iwao tomatsu setelah berbicara dengan Nabuzo Tohmatsu..???
apa tanggapan Nabuzo Tohmatsu atas tawaran yang diberikan mantan mahasiswanya..???
nantikan kelanjutan ceritanya di part ke-2 kisah nasionalisme beliau yang mengangumkan.
sayonara~~~~
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6