Minggu, 30 Desember 2012

CURHATAN diakhir tahun

http://108jakarta.com/webdata/news/1353135406_news_Berakit-rakit-ke-Hulu-Berenang-renang-ke-Tepian/headline.jpg 
"berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersusah-susah dahulu, sampai sekarang tetap susah"

mungkin ini peribahasa yang tepat buat saya saat ini. kerjaan kuliah yang numpuk, tugas-tugas besar yang belum rampung, ditambah "RITUAL" sepertengah tahunan yang wajib dialami oleh mahasiswa. yap benar, RITUAL itu adalah UAS alias Ujian Akhir Sekolah Semester. tapi selain dari hal-hal yang saya sebutin diatas, ada hal yang paling nge-ganjel dihati saya sampai sekarang, yaitu "JUDUL SEKERIPSI"

udah banyak cara yang saya gunakan hanya untuk mencari "JUDUL" ini. mulai konsultasi kesenior-senior, dukun-dukun skripsi (emang ada???), hingga konsultasi ke tempat yang paling absurb. yaa, konsultasi ke kuburan cina (ehh...!!!). entah mengapa, mencari judul skripsi itu ibarat nyari hartanya si korun yang dikutuk karna kesombongannya --". 

"apa yang musti gue lakukan lagi"
"udah beribu cara gue jalani"
"kemana semangat-semangat gue ketika masih semester satu dahulu?"
"kemana muka ganteng guee?" 
 rintih guee didepan kantor PSSI

but anyway, setelah dipikir lagi, mungkin inilah ROMANTISME-nya kuliah. ketika gue ngeluh2 nyari judul yang pas dihati, ada kata2 mutiara teman yang menurut saya nyentuh namun ngena dihati. gini nih kata2nya

"udah, dibawa santai aja, kalo udah lulus kuliah, gak ada namanya skripsi lagi kok"
 (sengaja saya tebelin dan gedein, biar memperkuat efek sakral)

pas banget nih kata2. kadang hal yang membosankan dan menjengkelkan dahulu lah yang "kadang" membuat kita rindu dan pengen nge-alaminya lagi (statment ini gak berlaku buat orang yang trauma akan cinta). ketika saya lagi berada dalam keterpurukan karna judul skripsi yang gak nemu, ada teman yang memberikan secercah "mutiara" yang menurut saya, mutiara itu gak dapat dibayar oleh uang hasil korupsi kasus HAMBALANG. 

so, buat hari ini, maaf buat teman2, untuk kali ini, saya nggak nge-posting materi akuntansi.
mungkin dilain waktu, saya akan posting kembali materi-materi akuntansi yang segar2 menyejukan.
doakan saya, biar saya cepat menemukan judul skripsi (sekaligus jodoh juga), biar ke"galau"an ini cepat berakhir.  
pesan terakhir saya: jangan menyerah, masih ada teman (walaupun pacar gak ada) yang bisa membantu ketika kita mengalami kesulitan.
syukran

nb: postingan ini saya dedikasikan kepada teman2 accounting^10 universitas tadulako, baik yang jenjang S1 maupun yang D3, semangat teman2, tunjukan pada dunia, kita bisa...:) :) :)
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6

Kamis, 29 November 2012

UANG, dulu dan sekarang...

"jaman ibu sekolah lalu, uang 10 ribu udah bisa pakai berwisata bandung jogja pulang pergi plus beli oleh-oleh khas jogja lho"

eehmmm, pasti diantara kalian yang membaca penggalan percakapan diatas pernah nge-alaminya kan. percakapan ini terjadi ketika saya curhat mengenai mahalnya harga sparepart motor saya yang udah buntut dimakan usia (tragis). sesuai dengan percakapan diatas, kali ini saya ingin membahas mengenai "UANG"

Bismillah

beda uang 10 ribu dulu dengan sekarang
nah, dalam ilmu akuntansi dan ilmu manajemen keuangan, kejadian diatas dikenal dengan teori "Nilai Waktu dari Uang (time value of money)", dimana faktor umur mempengaruhi nilai uang. sama halnya dengan kita. pasti bedakan daya pikir ketika kita masih anak-anak dan ketika udah jadi aki-aki. jadi gitu juga dengan uang. masih gak ngerti...? gampangnya, tambah tua tuh uang tambah gak ada nilainya (kejam amat). yah emang gitu kenyataannya. 

uang bisa bertumbuh
(unyu banget gambarnya, ah lupakan gambar). uang tumbuh...? gimana lagi tuh...? okedeh, jangan kebanyakan bingung, entar nanti kena penyakit flu bingung lho (lv. 10-nya flu burung). next, dalam teori time value of money, ada yang disebut metode "bunga majemuk". metode ini biasa dipakai buat orang yang nyimpan uang di bawah kasur bank. pasti kalian udah pernah dengarkan, lagu yang judulnya menabung (liriknya : menabung yoo, jangan dihitung, tau2 kita pasti dapat untung). nah, mari kita lihat rumus metode bunga majemuk ini
FVn = PV(1 + i )n
dimana
FVn = nilai masa depan investasi "n" tahun
Pv = jumlah investasi awal
n = jumlah tahun
i = bunga
ribet yah, oke, lanjut contoh aja biar lebih afdol
contohnya, badrun menabung dibank sebanyak Rp. 1.000 di bank pelita. suku bunga bank ditetapkan 8 % per tahun.  berapa nilai uang badrun di bank pelita ketika udah 2 tahun...?
jawaban
tahun 1
FVn = Rp. 1.000 (1 + 0.08) 1 tahun
Fvn = Rp. 1.000 (1,08) 1 tahun
Fvn = Rp. 1.001
tahun 2
FVn = Rp. 1.001 (1 + 0.08) 2 tahun
Fvn = Rp. 1.001 (1,08) 2 tahun
Fvn = Rp. 1.003
jadi uangnya si badrun kalo udah 2 tahun dibank jadi Rp. 1.003, so ayo menabung (gak nyambung)
nb : tingkat bunga bank tergantung kondisi perekonomian pasar.

sekarang dan masa depan
saya masih ingat ketika saya masih SD, kalau nelpon tuh musti pergi ke TUT (telpon umum tunggu) yang dimasukin uang koin kedalamnya itu lho). kalau sekarang, teknologi udah canggih, udah gak perlu keluar rumah nyari TUT, udah ada hape dan internet yang mempermudah komunikasi sekarang. analoginya, TUT pada jaman saya SD sama kayak  hape jaman sekarang (menurut fungsi alaminya sebagai alat komunikasi). sama halnya dengan uang yang kita bahas saat ini. sesuai dengan percakapan ibu saya dengan saya, analoginya, uang Rp 10.000 jaman ibu saya sekolah kalau sekarang sama dengan uang Rp 1.000.000. kok bisa gitu..? gimana caranya..? nah, dalam kasus ini kita kenal dengan namanya "nilai sekarang dari masa depan". dalam rumus dinyatakan sebagai berikut

PV = FVn(1/(1+i)^n)
dimana
PV = Nilai sekarang jumlah uang dimasa depan
FVn = Nilai masa depan investasi di akhir th ke n
^n = Jumlah tahun hingga pembayaran diterima (^= pangkat)
i = Tingkat bunga
contohnya, 
ayah badrun rencananya akan memberikan hadiah jika badrun selesai kuliah dalam 4 tahun sebesar Rp. 1.000.000. pertanyaannya, berapa nilai sekarang dari Rp. 1.000.000 yang akan diterima bardun jika dia lulus kuliah selama 4 tahun...? (bunga dimajemukan secara tahunan sebesar 10%)
jawaban
nilai sekarang = Rp 1.000.000 (1/(1+0.10)^4)
nilai sekarang = Rp 1.000.000 (0,684)
nilai sekarang = Rp 684.000
jadi, uang Rp. 1.000.000 yang akan diterima badrun 4 tahun kemudian ternyata nilai sekarangnya sebesar Rp 684.000. 
Intinya, uang Rp 684.000 sekarang sama dengan RP 1.000.000 4 tahun akan datang

so, udah tau kan, kenapa sih uang itu tiap tahun nilainya berubah terus. yuppss, ingat "karena uang punya umur". syukran
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6

Minggu, 25 November 2012

Barang menyusut...?

Bismillah...

nge-post lagi nih gan. ngomong2 masalah kuliah, pasti teman2 udah pasti tau barang wajib para mahasiswa kan. yuppss, salah satunya adalah printer. printer tuh ibarat nyawa nomer dua bagi mahasiswa. bayangin aja, kalau lagi ada tugas besar, lalu sang "printer" gak ada, jalan keluarnya nge-print diwarnet (bagi yang punya duit) atau nebeng printer sama teman tanpa rasa malu (saya banget), pasti repot kan. mending deh kalau tuh tugas langsung diterima dosen, kalau ditolak...? #nyesek

nah, karena printer sangat penting bagi mahasiswa, berniat lah saya mencari printer kw 1. sebelum membeli, saya searching dulu referensi printer yang cocok dengan kebutuhan dan kantong, dan akhirnya, ketemu juga printer epson L100. TAPI, setelah liat harganya, muke gile, mahal bangett boss. cuma buat ngeprint doang (gak ada scaner-nya), harganya Rp. 1.419.000 (harga resmi dari epson, lihat gambar for bukti)

for bukti harga resmi epson L100 (ini linknya http://bit.ly/dvVkq6)

bagi saya, harga printer ini masih kemahalan, tapi sebenarnya untuk biaya print-nya murah, katanya cuma Rp. 35 per lembar sih. untuk mengakali harga segitu mahal (bagi saya yah), maka saya nyari yang second aja lah. nah, langsung aja saya search tuh printer second diforum jual beli-nya KASKUS. setelah pencarian, akhirnya nemu juga agan yang lagi jual printer L100. si agannya jual 900 ribu. lumayan lah, bisa hemat 500 ribu lebihkan. si agan "adjlevaanburen" yang jual printernya (ini linknya http://bit.ly/UmAvqp), katanya sih jarang dipakai dan masih bisa nego lagi harganya (mahasiswa banget kan).
tanpa pikir panjang, langsung deh saya PM tuh agan, moga2 aja dapat harga mulus 500ribu, hehehehe. nah, bagi yang peka dengan kejadian saya diatas, pasti ada yang bertanya, 
KOK HARGANYA BISA JATUH AMPE 500 RIBU YAHH...? GAK MAU UNTUNG YAH TUH PENJUAL....?

nah, disini AKUNTANSI bermain. dalam ilmu akuntansi, kita kenal sebagai "PENYUSUTAN"

Apa sih penyusutan itu....? apakah seperti bola sepak yang dikempiskan hingga menyusut kecil...?
ilustrasi diatas ada benernya juga, tapi secara konsep, penyusutan dalam teori akuntansi adalah penurunan nilai ekonomis suatu harta (aset) akibat pemakaian masa manfaat harta (aset) tersebut. contohnya, harga printer (seperti ilustrasi diatas) baru tadi dengan bekas bisa beda karena perbedaan umur pemakaian.

Kalau tentukan harga bekasnya, apakah ada caranya atau asal tentuin aja...?
penentuan harga bekas suatu harta yang ingin kita jual ada caranya, gak asal main tentuin aja. ada berbagai macam cara penentuan harga bekas dalam metode penyusutan. namun disini saya hanya menjelaskan 2 metode saja (karena tangan saya bisa keriting kalau mau jelasin semuanya, jadi mengertilah). so, disimak baik2 yah, soalnya saya pakai bahasa tingkat tinggi lho.

1. Metode Garis Lurus
rumus metode garis urus = (harga perolehan - nilai sisa)/umur ekonomis harta
contoh, saya habis beli laptop dengan harga Rp. 5.000.000. diperkirakan, laptop ini akan berfungsi normal selama 5 tahun. saya punya rencana harga laptop saya bisa terjual nanti bila sudah pemakaian 5 tahun menjadi Rp. 1.000.000. tapi tiba-tiba, ditahun ke-2, sy kepengen beli laptop baru, dengan terpaksa, saya harus jual laptop lama saya yang telah saya gunakan selama 2 tahun. pertanyaannya, dengan harga berapa saya harus jual...?
jawaban
dengan rumus diatas, kita dapat simpulkan
harga perolehan laptop = Rp. 5.000.000
nilai sisa laptop = Rp. 1.000.000
umur ekonomis laptop = 5 tahun
jadi, metode garis lurus = (5.000.000-1.000.000)/5 tahun = Rp.800.000
jika saya jual laptop saya tahun pertama maka harganya (Rp. 5.000.000 - (Rp. 800.000 x 1 tahun pemakaian)) sebesar Rp. 4.200.000
jika saya jual laptop saya tahun kedua maka harganya (Rp. 5.000.000 - (Rp. 800.000 x 2 tahun pemakaian)) sebesar Rp. 3.400.000
dan seterusnya.....
jadi, harga laptop (dalam akuntansi disebut nilai wajar) yang harus saya jual ketika tahun kedua adalah Rp. 3.400.000

2. Metode Saldo Menurun
rumus metode saldo menurun = (100%/umur ekonomis) x 2 = tarif %
contoh, sama dengan kasus di metode garis lurus, cuma cara kerjanya aja agak beda. disimak (lagi) yah
jawaban
tarif = (100%/5 tahun) x 2 = 40%

Jika saya jual laptop saya tahun pertama maka harganya
Tahap Pertama, Mengalikan Harga Perolehan dengan Tarif (Rp. 5.000.000 x 40% = Rp. 2.000.000)
Tahap Kedua, mengurangi harga perolehan dengan hasil dari tahap pertama (Rp. 5.000.000 - Rp. 2.000.000 = "Rp. 3.000.000"

jika saya jual laptop saya tahun kedua maka harganya

Tahap Pertama, Mengalikan Harga Laptop tahun pertama dengan Tarif (Rp. 3.000.000 x 40% = Rp. 1.200.000)
Tahap Keduamengurangi harga Laptop tahun pertama dengan hasil dari tahap pertama (Rp. 3.000.000 - Rp. 1.200.000 = "Rp. 1.800.000"
dan setersusnya...
jadi, harga laptop (dalam akuntansi disebut nilai wajar) yang harus saya jual ketika tahun kedua adalah Rp. 1.800.000
nb : nilai sisa tidak diperhitungkan dalam metode saldo menurun, beda halnya dengan metode garis lurus. 

Gimana cara tentuin untungnya kalau udah tau nilai wajarnya...?
gampang aja, misalnya kalian pilih metode garis lurus, jadi udah tau kan, nilai wajarnya tuh laptop ketika udah dua tahun dipakai jadi Rp. 3.400.000, maka kalian tinggal jual aja diatas nilai wajar (seperti Rp. 3.450.000). intinya, jual diatas nilai wajar kalian udah dianggap untung lho :)

Dari 2 metode yang mas katakan, bagusan yang mana yah dipakai...?
kalau mau dibilang mana yang bagus, itu terserah teman-teman sekalian mau pilih yang mana. nggak ada bagus dan jelek dari kedua metode ini. jadi dikembalikan ke masing - masing aja, mana yang lebih srek dihati. okeee

Jadi udah tau kan, kenapa orang kalau jual barang second/bekas/lama tuh pasti beda harga dengan harga aslinya. kesimpulannya, karena mereka semua "MENYUSUT". sampai ketemu di post berikutnya yahh. syukran :) :) :)

nb : cuma satu didunia ini yang tidak bisa susut dan harganya gak bakal turun, yaitu "TANAH". karna tanah tidak bakal menyusut 
Read More.. Read more: http://pelajaran-blog.blogspot.com/2011/04/membuat-read-more-otomatis-auto.html#ixzz1zS3JSlz6